Selasa, 07 November 2017

Setelah Pengajian Ustadz Felix, Kini Pengajian Ustadz Bachtiar Nasir Mau di Bubarkan

Beberapa waktu lalu pengajian Ustadz Felix siaw di bubarkan oleh segerombolan ormas yang mengaku cinta NKRI  (Berita klik sini).

Kini sebuah fanpage dari WESAL TV Keluarga  melaporkan bahwa pengajian yang akan di selenggarakan di Garut akan di bubarkan oleh ormas yang mengatasnamakan PCNU kabupaten Garut. Pengajian tersebut rencananya akan di isi oleh Beberapa Ustadz, Seperti Ust. Bachtiar Nasir dan KH. Ahmad Sabri Lubis.

Selengkapnya seperti di bawah ini:


PENGAJIAN AKAN DILARANG (LAGI) DI GARUT, FPI CIREBON BEREAKSI 

Jangan sampai tujuan komunis mengadu domba tercapai. Saat satu diangkat terus menerus. . dibiarkan membubarkan pengajian, padahal mestinya yang membubarkan adalah aparat penegak hukum, bukan ormas. Maka akhirnya ada ormas lain yang bereaksi.

Sadarlah jangan mau dimanfaatkan dan sabarlah agar tidak mau diadu domba. Pada akhirnya yang rugi adalah kita semua.

Pemerintah dalam hal ini aparat harus mengambil peran yang semestinya, karena saat ia tidak terlalu "berfungsi" menegakkan aturan yang ada (membiarkan yang tidak melanggar hukum, melarang yang melanggar hukum) maka akhirnya pihak-pihak yang nggak ada hubungannya justru yang menjalankan fungsi tersebut; melarang atau membela suatu kegiatan. Dan ini sangat berbahaya. 

Juga bagi ormas Islam yang mengaku memerangi siapapun yang anti NKRI agar memulai dari yang sudah jelas jelas melawan NKRI seperti OPM di Papua, barulah silahkan memeriksa saudara sendiri.
Meninggalkan yang jelas melawan NKRI dan meributi saudara sendiri sesama ummat Islam adalah perbuatan yang dipertanyakan.


Subhaanallah. . entah mengapa di era ini terasa nggak keruan. Ancaman asing sangat terasa dan keadaan di dalam pun terasa kacau balau.

Rabu, 01 November 2017

RAJAWALI QURAISY: Drama Sejarah Islam, dan Sosok Pemimpin Era Bani Umayyah

Abdurrahman ad-Dakhil adalah peletak dasar bagi berdirinya Dinasti Bani Umayyah di Spanyol dan berkuasa selama 90 tahun.

Pada tahun 750 Masehi ketika Dinasti Abbasiyah melakukan pembunuhan terhadap keluarga Bani Umayyah, dia berhasil melarikan diri. Ad dakhil mengembara selama lima tahun melalui Palestina, Mesir,Afrika Utara, dan akhirnya berakhir di Spanyol. Berkali-kali ia terkepung oleh tentara Bani Abbas.

Dia mampu menguasai Spanyol setelah mengalahkan Yusuf al-Fihri, gubernur Andalusia (nama Spanyol waaktu dulu) saat itu.

Masa pemerintahannya dikenal oleh para ahli sejarah dengan masa pembangunan besar-besaran.
Dia membangun kotamenjadi lebih indah, membuat pipa air agar masyarakat ibu kota memperolah air bersih, kemudian mendirikan tembok yang kuat di sekeliling kota Kordoba dan istana.

Ad Dakhil juga membuat taman yang dinamakanAl-Rusafah di luar kawasan Kordoba, menjadikan Kordoba sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan yang paling menarik di wilayah Eropa, dan sebagai tandingan dari Baghdad yang berada di bagian Timur. (wiki)

Ingin tau lebih lanjut bagaimana ceritanya? Silahkan simak di Salam Televisi setiap Selasa, pukul 20.00 WIB.

*Siaran ulang pada :

Senin, pukul 06.00-07.00 WIB, Rabu, pukul: 06.00-07.00 WIB, Kamis, pukul 10.00-11.00 WIB, Jum'at, pukul: 11.30-12.30 WIB, Sabtu, pukul 10.00-11.00 WIB, Ahad, 13.00-14.00 WIB.

Taat Kepada Penguasa yang Tidak Menerapkan Hukum Islam

Dunia facebook masih saja hangat membahas perkara Manhaj. Bukan saya menyepelekan Manhaj, tetapi mbok ya sama sama mikir gitu... kita koar koar di dunia maya dan berpecah belah, sementara di Syam, para Mujahidin yang  darahnya sering tumpah demi bela Agama Islam juga tidak jarang terjadi perselisihan di antara Faksi Jihad di kabarkan sedang menandatangani prakarsa perdamaian Alhamdulillah.

Beberapa waktu lalu memang ada kejadian di dunia maya. Setelah seleberiti dunia maya, Sebut saja AH*T memposting video klarifikasi nya. Lebih tepatnya permintaan maaf karena video sebelumnya yang telah terlanjur viral mengatakan "Pemerintah, Monyet monyet berseragam coklat", Thogut dan semacamnya. Maka banyak yang merespon mengenai klarifikasi nya ini, ada yang pro dan juga banyak yang kontra.

Dalam menanggapi hal di atas maka Saya coba sedikit iseng, iseng membuat status seperti di bawah ini:

Beberapa bulan lalu ketika Ustadz Abdul mu'thi al Maidani Dauroh di Sampit saya bertanya ;

"Bagaimana sikap kita ketika mendapati celaan dan di labeli Murji'ah (Di sosmed) karena berusaha untuk tdk keluar dari ketaatan pemimpin yg tidak berhukum dgn Hukum islam?"

Di jawab kurang lebih begini ;

"Tetap taat, dan biar kan saja mereka begitu. Atau katakan seperti Imam Syafi'i berkata : (Jika dengan mencintai keluarga Nabi aku disebut Rafidhi (Syiah), maka saksikanlah sesungguhnya aku seorang Rafidhi)". 

Wallahu a'lam.

Maka setelah munculnya status saya di linimasa, dengan itupula muncul komentar yang ngajak debad dan respon mematahkan argumen, Seperti di bawah ini:

Eko Abu Labib Kenapa harus murjiah kalo bisa melakukan sunnah... ingatlah imam ahmad ibn hanbali bagaimana dia di penjara krna tdk mau mengikuti kesesatan penguasa..

Edy Irwanto Tdk mengikuti kesesatan bukan berarti keluar dari ketaatan.

Aditya Imam ahmad tidak taat disuruh mengatakan Al Quran Itu Makhluk

Eko Abu Labib Lah kalo diartikan kan artinya imam ahmad gak taat kpd penguasa kalo begitu, bijimane?

Edy Irwanto Justru imam ahmad taat kepada penguasa, tp tidak dalam perkara maksiat kepada allah.

Ada riwayat yg mengatakan bahwa ketika itu imam ahmad di provokasi untuk melawan penguasa (karena mengatakan alquran mahluk) tp beliau menolak tawaran tsbt.
 
Aditya Taat kepada penguasa ga mungkin ente cinta jihad dan perjuangan.

Mau jihad izin ulil amri, ga bakal dizinin ya bakal jihad.


Ormas islam dilarang, ya ga bakal ada peningkatan dakwah di negeri ini.
 
Edy Irwanto Taat disini tidak perkara kemaksiatan. Ente terlalu ber api api soub mengatakan kita tak cinta jihad dan tak marah ketika ormas di larang.
 
Edi Septriyanto Antum sdh jihad kemana akhi?  (membalas komen aditya)
 
Mustopa Afwan... Adakah ormas yang tidak ada pemimpinnya.. kalo ada ane ikut ormas tsb...

Erizal Bin Katab Ustadz salah takwil (bodoh), yg berfatwa tanpa landasan ilmu. Masa semua penguasa yg tidak berhukum dengan hukum Islam dipukul rata semua sebagai ulil amri, tanpa dirinci lagi. Apa ia tidak tahu bahwa Syaikh bin Baz aja mengkafirkan Saddam Husein yg berpaham komunis?

Muttaqinasaki Penguasa yg mengajak ke neraka apakah harus di ikuti?

Ibnu Taimiyyah intinya nunggu jadi tumbal seperti rohingya atau jadi negara kristen filifina.. 

Sebenarnya masih banyak kolom komentar yang tidak saya tulisakan disini, karena status seperti ini kerap berakhir dengan gontok-gontokan sesama aktivis Islam. 

Kamis, 26 Oktober 2017

Hijrah Saya & Konflik di Suriah

Saya ingin bercerita sedikit mengenai pengalaman pribadi beberapa tahun belakangan lalu. Awalnya saya memang sudah bosan menjalani gaya hidup yang tidak teratur. maklum, seperti anak muda kebanyakan yang pola hidupnya hedonisme - liberal.

Lalu, di tengah pencarian itu saya coba membuka wawasan keagamaan. mulai memahami Islam sedikit demi sedikit. Tentu dengan cara yang salah pada awalnya.

Ketika itu saya tengah berpacaran dengan seorang gadis, dan saya mengajak dia bercita cita untuk menikah lalu membina rumah tangga Sekuler. Seperti; "Ketika memiliki anak kelak akan kami sekolahkan di sekolah katolik favorite di kota ini", atau "membeli anjing yang bagus untuk di ajak jalan jalan ketika sore". hahaha...

Setelah itu saya banyak mencari referensi dari tulisan tulisan di internet mengenai Islam, tidak banyak yang saya jumpai, kebanyakan hanya tulisan dari Tokoh Liberal semisal Ulil Abshar Abdala dan dedengkot liberal lainnya.

Hingga suatu ketika, saya mulai memprint Poster khomeini lalu saya tempel di dinding kamar sampai pernah di tegur oleh kawan dan dia bilang begini; Kamu Syiah ya ? ya tentu saya jawab tidak. Alasan saya ketika itu, Khomeini adalah Imam Besar Iran. Penggerak revolusi islam di negara Tersebut. Dan inilah bentuk hormat saya kepada dia. Begitu dulu pikir saya.

Saya sudah lupa Artikel mana yang saya baca, ada yang ngebahas mengenai konflik di Suriah. pada tulisan inilah saya mulai tertarik untuk mencari tau isu mengenai peperangan di timur tengah itu.

Sebelumnya, saya memang sedikit tau bahwa Basyar Al Asad adalah diktator yang membunuhi rakyaknya. Hingga suatu hari saya menemukan di salah satu pinggir jalan di kota sampit ada sebuah Distro yang menjual kaos/T-shirt bertemakan Mujahidin Suriah dan Pejuang-pejuang Islam lainnya. Saya senang sekali, merasa Militan kemana mana mengenakan Kaos-kaos jihad sembari mengendarai Vespa berwarna Pink yang sudah lama saya jual.

Cerita saya ini sebenarnya masih belum berakhir, tetapi secara garis besar proses saya berhijrah memang cukup unik. Mulai dengan perasaan bosannya terhadap Hedonisme-liberal, Tertarik dengan Islam tetapi tidak tahu Ajaran Islam yang murni itu seperti apa, hingga mengetahui bahwa Basyar Al assad bukan hanya sekedar diktator tetapi juga memiliki ambisi Sektarian terhadap kaum Sunni di Suriah.

Maka dari sinilah awalnya... Saya semakin tertarik mencari kebenaran, ingin mencari referensi sebanyak banyaknya mengenai Apa itu Islam Sunni, Syiah, konflik suriah, dan kenapa Basyar Al Assad menjadi diktator d Suriah?


Insya Allah Bersambung.


yang sah secara syariat yang dibaiat oleh para sahabat dan tabi’in secara umum, termasuk tokoh-tokoh sahabat seperti Abdullah bin Abbas dan Abbdullah bin Umar radhiallahu ‘anhum.

Read more https://aslibumiayu.net/10612-kenapa-syiah-membenci-yazid-bin-muawiyah-padahal-husain-tidak-menolak-baiat-kepadanya.html

Minggu, 17 September 2017

Percakapan (Syubhat Murji'ah)

Ada sepasang sahabat lama yang jarang bertemu lalu mereka berdua menceritakan sahabat lainnya seperti di bawah in :

Budi : Si fulan itu aku lihat hobi nya cuma mabuk mabukan, padahal dia sudah punya istri dan anak. Kenapa ya gak tobat seperti kita? 

Bada : husss, jgn begitu bud... Walaupun si fulan sering mabuk mabukan dan menelantarkan anak dan istrinya, tapi hati nya fulan siapa yg tau? Jgn jgn dia lebih beriman daripada kita. Ujar si bada menjelaskan. 

Sekedar tambahan bahwasanya si bada diatas sering mengikuti majelis sufi di rumahnya habib si "anu".

Soal :

*Jika merujuk kepada Prinsip-prinsip Ahlus sunnah wal jama'ah, masuk kategori apakah Akidah si bada yang sufi ini?

A. Qodariah
B. Khawarij
C. Murji'ah
D. Rafidhah

Jawaban yang tepat adalah  C. MURJI'AH.



Jumat, 08 September 2017

Surat Untuk Yazed Al Rantissi, Anak-ku

Dan demi perpanjangan tangan remah di mulutmu anakku,
Jangan izinkan aku terlelap menjagai setiap sisa pembuluh hasrat yang kumiliki hari ini...

Demi setiap huruf pada setiap fabel yang kututurkan padamu sebelum tidur, matahariku!


Rabu, 15 Dzulhijjah 1438 H a.k.a 6 September 2017, anak pertama kami lahir menghirup udara didunia yang sempit ini. Alhamdulillah.

Tidak banyak yang diharapkan dari seorang ayah kecuali ingin anaknya menjadi anak yang sholeh, dan bermanfaat bagi Agama Islam. Insya Allah.

Dengan ini kutuliskan sebuah catatan agar kelak anakku membaca dengan jiwa besarnya.

Bismillah,

Nama-mu Yazed Fawaz Al Rantissi. Sebelumnya, Fawaz adalah Jawaz karena banyak yang protes ke ayah, lalulah ku ganti menjadi Fawaz yang didalam bahasa Indonesia artinya "Kemenangan". Disini akan Ayah Syarah mengenai makna nama-mu yang aduhai ini, maka janganlah minder ketika kelak kau sudah dewasa anakku. Karena nama adalah sebuah identitas dari seseorang. dan kau seorang Muslim, maka berbanggalah dengan nama Muslim-mu.

Berikut penjelasan dari nama-mu :

Pertama :

Yazed atau Yazid (bin muawiyah) adalah nama seorang Khalifah pada masa Bani Umayyah, bisa di sebut dengan Yazid 1.

Beliau Merupakan seorang tabi'in.
Beliau adalah orang pertama yang memerangi Konstantinopel pada tahun 49 H. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Pasukan pertama yang memerangi kota Kaisar adalah orang-orang yang diam­punkan (dosa-dosa) mereka.” (HR. Al-­Bukhari). 

Nama Yazid juga merupakan nama yang sangat di benci kaum Syi'ah Rafidhah. Dengan berbagai macam fitnah di lontarkan kepada Yazid 1 dalam rangka memburukkan pamornya dan pamor Bani Umayyah. Juga sebagai bahan untuk mencela sebagian shahabat.

Dan sekaligus, Yazid adalah nama seorang da'i senior di tanah air. Tepatnya nama orang tua beliau yaitu, Abdul qodir Jawas. Nama lengkap da'i tersebut adalah Syaikh Yazid bin Abdul qodir Jawas. Seorang aalim yang akhir akhir ini menjadi bahan omongan banyak orang yang tidak suka dgn cara berdakwah beliau. Banyak pula tuduhan miring yang membuat ayah sakit hati, seperti tuduhan Murji'ah.

Adapun kenapa nama Yazid bisa diplesetkan menjadi Yazed, karena menurut ayah keren aja sih, ada bagian nama ayah sendiri, Edy. lagian, Yazed dan Yazid itu artinya sama, cuman logatnya berbeda.

Kedua :

Fawaz, Artinya "kemenangan". Nama ini hanya tambahan dengan maksud Doa untuk-mu dan teruntuk Kepercayaan yang kamu yakini.

Ke tiga :

Al Rantissi.
Jika kamu kelak aktif di dunia pergerakan (Mudah-mudahan tidak), tentu akan mengenali nama yang satu ini. Beliau adalah salah satu tokoh yang ikut mendirikan organisasi politik HAMAS, yang Syahid (Insya allah).

Seorang dokter yang mengeyam pendidikan di Mesir ini dahulu nya pernah bergabung di Ikhwanul Muslimin. Kemudian kembali ke gaza lalu mulai lah aktifitas nya bersama Hamas.

Jadi, nama Yazed Fawaz Al Rantissi ini ayah gabungkan menjadi satu-bagian dengan harapan dan sekaligus doa agar hati hati kaum muslimin bersatu hingga menuju kemenangan. Dan ini juga sebagai bentuk konsistensi ayah yang selalu berada di pertengahan, antara Salafi dan Haroki.

Sekian~


Selasa, 05 September 2017

Donasi Untuk Muslim Rohingya, Kesini Saja!

Terkait konflik yang sedang berlangsung di Myanmar, saya tidak banyak ingin menuliskan sesuatu karena memang lagi sibuk dan juga istri saya tengah hamil tua, mungkin dalam hitungan jam Insya Allah akan segera melahirkan. Mohon Doa'nya,

Tetapi untuk kaum muslimin yang ingin menyisihkan sebagian rezki nya untuk disumbangkan ke Muslim Rohingya tidak perlu khawatir karena akan saya berikan Rekomendasi beberapa lembaga yang Insya Allah Amanah dalam hal ini.

Berikut Silahkan di simak :

1. Golden Future Foundation adalah wadah besar bagi ‘Koalisi Kemanusiaan Indonesia’. Menjembatani jarak dan waktu antara mereka yang ingin membantu, dengan saudaranya yang berhak dibantu. Berfokus pada isu-isu besar Islam dan dunia. Terkait dalam konflik Rohingya, saya sudah menanyakan bahwa Donasi yang kita kirimkan melalui lembaga ini akan di salurkan ke Mujahidin Rohingya langsung, hingga Pengungsi atau Masyarakat Rohingya.

Jika tertarik untuk mendonasikan sebagian rezeki ke lembaga ini bisa transfer ke Rekening :

# MANDIRI Syariah 7108142787
# BNI Syariah 0507663939
# BRI 040701000303569
# MUAMALAT 101010 7272

Atas nama Yayasan Golden Future

Konfirmasi :
WA/SMS/Telp 087835555560
SMS/Telp 081215555560

2. Rodja Tv (Rodja Peduli) adalah sebuah Saluran Tilawah Al-Quran dan Kajian Islam. Pada awalnya Rodja adalah sebuah radio yang bertempat di kota Bogor. Tetapi dengan majunya dakwah Sunnah di Nusantara, maka kelanjutannya Rodja mempunyai Saluran Televisi sendiri. Dan Rodja Peduli adalah sebuah Program sosial yang dibuat oleh Rodja tv. Jika ingin donasi melalui lembaga ini bisa di :

Bank Syariah Mandiri (cabang Cibubur)
*756 1616 005*
a.n. Yayasan Cahaya Sunnah
(Kode bank untuk transfer melalui ATM Bersama dan Prima: 451)

Mohon lebihkan angka "5" di akhir nominal transfer sebagai kode khusus infak bantuan kemanusiaan Muslimin Rohingya. _Contoh: 1.000.005_.

Informasi selengkapnya di:
021-823-3661 (telepon)
081-989-6543 (SMS/WA)

Demikian beberapa Lembaga yang saya Rekomendasikan pada kesempatan kali ini. Mungkin banyak juga lembaga lembaga lain melakukan hal serupa, jadi sesuai dengan kemauan kita ingin ber-infak melalui lembaga mana. Well, kalo saya sih 2 lembaga ini sudah cukup. Sekian~