Kamis, 14 April 2016

Pabrik Karet, PT. SAMPIT

Tanggal 13 April, 2016 -

Pelajaran hari ini.
Hampir 26 tahun hidup di kotawaringin timur, saya baru sadar bahwa ini kali pertama masuk dan melihat secara langsung bagaimana proses dipabrik pembuatan karet yg ada di kota ini.

PT. Sampit, begitu kita mengenalnya. kurang lebih 60 tahun sudah lama nya pabrik ini bertahan, menurut managernya (dia penerus generasi ketiga dari kakeknya).
Ditengah naik turunnya harga karet yg memang tidak stabil, banyak di antaranya karyawan proses yg sudah tua masih bertahan. Begitu sedikit gambarannya.


Biasanya dulu saya ketika sering lewat depan pabrik selalu bilang

"Cih, mudah mudahan tidak bekerja di pabrik sebau ini".

Ternyata pas masuk kedalam pabrik saya langsung istighfar, bau nya tidak semenyengat ketika saya lewat depannya. Saya bersukur sudah masuk dan sempat mengobrol disini.
Tentu ada pelajaran dibalik kejadian ini jika kita berpikir.





Sabtu, 27 Februari 2016

Sub Chaos Zine #9

Halo Punker!

Beberapa hari yang lalu saya bertukar pendapat dengan admin PUNK MUSLIM di surabaya. walaupun obrolan tersebut hanya melalui pesan lewat Facebook, tapi lumayanlah untuk melegakan rasa penasaran saya terhadap komunitas PUNK yang terbilang nyentrik itu.

Awalnya saya memang agak "Anu" terhadap komunitas underground yang mengusung Pemikiran Islam seperti Punk Muslim ini. karena setau saya, underground didominasi oleh kawan kawan yang (Maaf) LIBERAL!
Kita tau sendirilah bagaimana kehidupan di scene...karena memang saya pernah bersentuhan langsung dengan Salah satu Komunitas yang ada di kaliamantan tengah, khususnya sampit.
Tetapi dengan izin Allah lah yang membukakan Pintu hidayah tersebut, saya semakin menyukai aktivitas dakwah kawan kawan yang sedang berjuang di Komunitas.

Memang janji ialah hutang, karena beberapa minggu yang lalu saya sempat berjanji dengan salah seorang kawan yang memang Dia adalah salah satu dedengkot PUNK yang ada di kota saya.
Sebelumnya,saya sudah meminta izin kepada Admin PUNK MUSLIM untuk mengcopy-membagikan SubChaosZine kepada rekan rekan saya yang memang kebetulan di daerah sampit komunitas tidak begitu berkembang. jangankan bicara mengenai komunitas yang bergerak di jalan Dakwah, bahkan Anarki pun tidak berkembang sama sekali.

Prihatin memang, tapi begitulah...dulu saya pernah mengkritik aktivitas teman teman yang PUNK yang ada dikota saya, mengenai perjuangan mereka yang seperti itu itu saja.
Tidak ada Gig, tidak ada zine, dan tidak ada perlawanan sama sekali terhadap Kapitalisme.
Itulah mengapa komunitas tidak berkembang. ditambah lagi munculnya komunitas yang berkesan High Class yang minta dihormati, dan memisahkan diri dari kawanan. Begitulah derita kawan kawan yang ada disini.

Oke berhubung setelah ini saya ada kegiatan lain, langsung saja saya perkenalkan SUB CHAOS Zine #9 !



Sengaja saya tidak sertakan Link downloadnya, karena jika ingin memilikinya bisa menghubungi saya langsung, biar greget. Saya berikan gratis!
Kontak saya melalui email edyirwant@gmail.com atau kirim pesan ke Fb Edy Irwanto.


Wassalam.

Mengulas AL - ISLAM edisi 795

Bismillahirrahmanirrohim...

Kali ini saya akan sedikit mengulas beberapa point penting dari Al - Islam yang di terbitkan oleh Hizbut tahrir pada Edisi 795. Seperti biasa, Cuma Hizbut Tahrir yang menurut saya selalu konsisten menentang segala bentuk penjajahan global yang di kuasai oleh beberapa negara adidaya.
Adapun pembahasan di Edisi kali ini cukup untuk membuat bulu kuduk kita, terutama mereka yang katanyah Nasionalis akan sedikit merinding. atau jika dia lebay, mungkin akan muntah !

Mengangkat judul "Waspadai Upaya Pemisahan Papua" memang agak santer kita dengar akhir akhir ini. Ditambah beberapa waktu lalu kita dihebohkan mengenai pemanjangan kontrak Freeport yang tentu kita semua menyadari itu adalah kemauan pihak asing untuk mengeruk SDA Indonesia.
Maklum, jika kita membahas sejarah freeport dari awal mungkin akan panjang sekali, hingga tetek bengek cerita Konspirasi JFK & Soekarno mengenai hasil bumi yang ada di tanah papua.

Kemarin, pada tanggal 15 / 2 / 2016, Organisasi Separatis asal papua meresmikan kantor United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Peresmian kantor Separatis ini tentu mendapat dukungan dari beberapa pihak yang sengaja menghembuskan Angin kemerdekaan pada masyarakat papua. berdasarkan data yang di cantumkan Buletin Al -Islam menyebutkan, Hadirnya lembaga ini bersama perkumpulan negara negara di kawasalan Melanesia. yang berperan untuk mendorong referendum Papua ke Dewan PBB.
Perlu di ketahui, sebelumnya ULMWP ini sudah berdiri di Port Vila, ibukota Vanuatu, dan Honaiara kepulauan Solomon.

Jauh sebelum adanya pemberitaan (bukan media sekular) seperti ini, saya memang pernah mendapatkan info mengenai adanya rencana pemisahan Papua dari indonesia (baca : Merdeka).
Hal tersebut tentu saja dengan alasan yang medasar bagi masyarakat papua sendiri. yaitu, TERJAJAH!.
Masyarakat papua merasa terjajah di bawah naungan NKRI. bagaimana tidak, ketika Freeport masuk dengan gagahnya melalui tangan pemerintah, dengan leluasa mengeruk sumber daya alam mereka, sementara keadaan ekonomi mereka terpuruk. tentu akan lebih masuk akal jika Papua ingin merdeka dari NKRI, dan berdaulat dalam rangka mengatur penjajahan negeri mereka sendiri. yah, setidaknya mereka bisa merasakan langsung gimana rasanya di jajah asing tanpa melalui perantara RI. toh sama sama di jajah juga.

Jika kita amati, Pemisahan Papua bisa jadi akan semakin dekat/Disetujui karena strategi gerakan mereka yang sangat gencar melakukan aksi seperti perlawanan melalui sayap militer OPM hingga aksi non kekerasan, Demonstrasi mahasiswa. dan tentu di dukung oleh beberapa organisasi LSM.
Tidak hanya itu, mereka juga membangun komunikasi melalui jalur internasional dengan dibuka nya kantor organisasi Free West Papua di oxfort, Inggris. dengan membahas isu mengenai pelanggaran HAM yang mereka anggap ini adalah salah satu ulah keji bangsanya sendiri, Indonesia.
Dan tanpaknya, orang orang yang berada dibalik organisasi papua merdeka ini sama persis dengan yang berada dibalik merdekanya Timor timur, karena cara perjuangan mereka sama. Mendesak Referendum penentuan nasib sendiri rakyat papua melalui PBB.

Memang, sudah menjadi keharusan kita, atau mungkin wajib untuk sekedar mengingatkan pemerintahan RI mengenai masalah yang terjadi di papua. bukan sekedar membiarkannya berlarut larut. Terlebih jika pemerintah bertindak lemah. Karena jika kita lihat dari kaca mata Pertahanan Nasional, bentuk tindakan seperti ini ialah termasuk Merongrong NKRI.

Jauh beda ketika ada isu mengenai tegaknya Khilafah yang langsung mendapatkan respon negatif. Menurut saya, Isu PAPUA ini adalah hal yang negatif bagi NKRI sendiri, bukan malah penerapan syariat islam yang sengaja di wanti wanti pemerintahan sekarang. terutama rencana pemangkasan Syariat islam yang terjadi di aceh baru baru ini.

Mungkin, segini saja ulasan saya kali ini. jika kalian ingin membaca langsung buletinnya, akan lebih baik. Karena kita tahu, Perlawanan tidak akan terwujud tanpa membaca!

Akhirul kalam, wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.


Salam saya,
Edy Irwanto.


Link Buletin Al Islam Edisi 795

Waspadai Upaya Pemisahan Papua!
http://hizbut-tahrir.or.id/2016/02/25/waspadai-upaya-pemisahan-papua/
via @hizbuttahrirID

Jumat, 26 Februari 2016

Permintaan Maaf kepada Seluruh Umat Islam

Assalamu'alaikum.

Lama sekali tidak bersua. terakhir saya memposting tulisan hampir 1 tahun yang lalu, dan alhamdulillah sekarang kembali menulis walaupun kali ini tidak membuat saya yakin apakah bisa produktif atau tidak dalam memposting tulisan. maklum...saya mau mempersiapkan diri untuk menikah. ha ha ha

Sebelumnya jika kalian membaca beberapa postingan saya terdahulu mungkin akan terlihat sedikit berbeda, dikarenakan perubahan yang terjadi pada saya sendiri.
Ya, mulai sekarang alhamdulillah saya secara berlahan memperbaiki hidup. Saya sudah tidak konsumsi beer, nyimeng, ngobat, dan sabu...perlu kalian ketahui, SAYA FREE ! SAYA BERSIH.

Dan tentu ini adalah bagian dalam sejarah hidup saya, yang perlu di ingat bahwa saya pernah merasakan bagaimana terjebak dalam kehidupan Liberal dan sekuler.
Jika ingin mengatahui alasan saya berhijrah, mungkin akan saya tuliskan di potingan berikutnya. kali ini saya khususkan menulis permintaan Maaf kepada seluruh umat Islam (terutama indonesia), mengenai Kicauan Twiter saya beberapa waktu lalu ketika netizen ramai mempersoalkan peristiwa G30s/PKI.


                                            Dikutip oleh salah satu media sekuler

Pernyataan saya tersebut tentu di dasari oleh pengetahuan minim mengenai sejarah berdarah yang terjadi pada negeri kita pada beberapa waktu lalu. memang pernyataan tersebut adalah hasil dari pemahaman saya terhadap Komunisme sendiri. Yang mana pemahaman tersebut di bangun dari sisa puing puing kelam gerakan radikalisme yang anti terhadap tuhan.

Wassalam.

Jumat, 19 Juni 2015

Anak-anak. Penjual koran

Alhamdulillah hari ini adalah hari kedua di bulan ramadhan, saya baru bisa memanjakan jari dan keyboard bahagia bersama untuk sekedar menuliskan beberapa omong kosong yang saya lalui beberapa hari ini. Pagi tadi saya ada beberapa kepentingan untuk tugas keluar kota, hingga sampai di lampu merah saya mendapati beberapa anak yang menjajakan koran kesetiap orang yang berhenti di lampuan. sebenarnya sudah sering saya melihat hal seperti ini, bahkan nurani saya sudah tidak asing lagi ketika berpapasan dengan mereka. Sepele memang, dan sudah semacam hal biasa kita dapati di kota besar beberapa anak kecil seumuran 9 hingga 12 tahun menjajakan koran. Tapi bagian terkecil hati saya mengutuk hal semacam ini. saya mengerti betul di tengah perekonomian yang semakin hari semakin tidak mengenakan, ditambah lagi BBM yang harganya tidak karuan, sekali lagi saya mengerti bahwa beberapa orang tua akan berpikiran buntu untuk mengepuli asap dapur mereka.

Dan mungkin inilah beberapa alasan orang tua tadi semacam mengikhlaskan anak anak mereka menjajakan koran dengan alasan membantu biaya hidup. tragis bukan ?, Tapi inilah kenyataan nya. serta merta hal begini merupakan suatu peluang besar untuk dimanfaatkan beberapa marketing koran. Saya tidak perlu mengajak anda untuk membayangkan jikalau adik atau anak kita menjadi seperti mereka. karena setiap orang dewasa pasti merasakan hal yang sama.


Ekploitasi Anak

Beberapa waktu lalu kita sempat di hebohkan melalui pemberitaan media masa mengenai kejadian yang menimpa Angeline si anak malang yang dinyatakan hilang kemudian ditemukan sudah meregang nyawa di samping rumah orang tua angkatnya. Sejatinya hal semacam ini tentu akan menuai banyak kecaman di hampir semua kalangan masyarakat. Sejak awal pendeklarasian HAM, berbagai bentuk peraturan yang bersifat universal telah dikeluarkan dalam rangka mendukung upaya perlindungan HAM di dunia. Jika kita berbicara mengenai perihal Pekerja anak, maka fatwa yang di keluarkan HAM ialah Hak tentang perlindungan anak. Di belahan negara manapun, terutama Indonesia, kehidupan seorang anak merupakan sorotan utama bagi masyarakat ataupun pemerintah. Namun sayang, kurang nya perhatian terhadap anak dari orang tua masih merupakan suatu hal yang klise untuk dibicarakan, terlebih bagi mereka yang kurang mampu.

Beberapa contoh yang sering saya amati sekarang ini adalah penjaja koran daerah sampit. Hampir di setiap perempetan lampu merah dan jalan lainnya mereka sangat aktif menjajakan koran. Anak – anak tersebut dengan gigihnya merayu para pengemudi mobil dan kendaraan lainnya untuk membeli koran mereka. Biasanya koran yang mereka jajakan adalah koran nomor wahid yang ada di kotim, yaitu radar sampit. saya sempat berpikir, mungkin para pimpinan koran tersebut sibuk menghitung laba atau membuat pencitraan Bupati sehingga hal mengenai anak jalanan yang malang ini tidak pernah diangkat menjadi topik di koran yang mereka jajakan untuk sekedar basa basi kepada pemerintah bahwa begini Lho yang terjadi sekarang !. nyatanya hal ini dianggap sepele karena urusan perut.

Saya sudah mencoba untuk berdamai dengan diri sendiri bahwa menulis hal semacam ini tidak berguna, karena kita tau beberapa hal yang menyangkut urusan perut tidak mudah untuk di selesaikan, toh si anak malang ini dengan senang hati menjadi kuli kaum kapitalis intelektual. lantas siapa yang musti disalahkan ? apakah pimpinan nya ?, tidak. sedikitpun saya tidak menyalahkan para dedengkot radar sampit, mungkin yang salah adalah strategi pemasaran koran tersebut yang seolah memanfaatkan momen dimana kemiskinan mendera anak kurang mampu. Saya bukan motivator ataupun ahli strategi dalam marketing, untuk sekedar memberi solusi bagaimana melakukan cara penjualan yang efektif tanpa harus menguras tenaga anak anak. dan lagi jikalau anak anak tidak berjualan, pasti akan timbul pertanyaan, bagaimana nasib mereka ? yang tentu saya sendiri tidak bisa menjawabnya.


*** Sekian

Kamis, 07 Mei 2015

Selamat Kawan !

Selamat donny nyoto dan anang mashudi !!!

tidak ada kata yang pas lagi untuk menggambarkan rasa senang ketika mendengar dua orang kawan lama saya ini akhirnya menjadi sorang ayah. Saya kenal betul mereka berdua, terutama anang. kami berteman sejak Mts. dan kita sudah tidak lagi saling menutupi kehidupan hina ini, kita sudah tau siapa yang salah dan benar, bahkan kita pernah saling memusuhi satu sama lain, namun tetap tidak bisa memisahkan rasa persaudaraan yang sudah jauh terjalin. Tentu, jika sekarang kamu memiliki sorang anak, bahkan secara tidak langsung aku akan merasa sebagai sorang paman. itu pasti kawan.

IMG_20150507_215320

Dan untuk donny nyoto, beberapa minggu yang lalu kita bertemu, kita bertamasya lewat cerita cerita rebel kita dulu. jauh dari hari ini atau beberapa tahun yang lalu. kita pernah minum arak dan menenggak butiran obat hingga meracau satu sama lain. dan tentu kamu selalu menengahi ketika aku terlibat dialog omong kosong dengan mirlan mengenai Anarchisme dan berbagai teori lainnya sebagai pembanding, bahwa dengan membangun komunitas komunitas akan lebih Efektif daripada tatanan masyrakat dalam sebuah negara. ah, memalukan. hingga ketika kita pulang dirumahmu, kemudian di usir pak nyoto karena pulang dalam keadaan sempoyongan.

IMG_20150507_215850

 “Kawan kawan, kita tidak selalu menyangka bahwa kita sudah melewati semua ini. dan tentu kita akan terus berlanjut hingga waktu yang ditentukan semakin meredup dan mati. tidak mudah menjadi kita dulu, dan tidak remeh kehidupan kita sekarang. Berbahagialah dengan apa yang sekarang kalian capai dalam kehidupan. Tetap Rebel, tetap Rock & Roll !”

Senin, 13 April 2015

Romantisisme borjuis kecil

Banyak hal yang mewarnai indonesia saat ini, negara yang kita tau sedang dimabuk oleh Demokrasi liberal. mulai dari sistem ekonomi hingga arus media yang kian mengendalikan berita. semuanya bebas dalam kacamata demokrasi, esensinya sudah jauh berbeda dengan apa yang di elukan olah sang proklamator, dulu. Soekarno sebagai pemimpin tertinggi pada era demokrasi terpimpin menyatakan bahwa demokrasi liberal tidak sesuai dengan indonesia, prosedur pemungutan suara dalam perwakilan rakyat dinyatakan kurang efektif dalam lembaga perwakilan rakyat. dan dia memperkenalkan apa yang disebut dengan “permusyawaratan untuk mufakat”.

 Lain dulu lain sekarang, buah pikiran dari soekarno mulai sedikit demi sedikit memudar, bahkan berbagai macam teori menyangkalnya. Berbagai macam kelas filsafat dan berbagai aliran politik memadati panggung sejarah indonesia, semuanya hampir menyesakan tenggorokan jikalau pecandunya mulai berdialektika.

Jauh di negeri sebarang kita pernah belajar komunis dan sosialis dari seorang guru filsafat bernama marx dan engels. dan didalam sejarah indonesia banyak ditemukan ajaran marxisme lewat tulisan tokoh seperti Tan malaka, semaoen, hingga DN. aidit. Tengok lagi ke era rejim soeharto, setelah berhasil melumpuhkan Marxisme selama hampir 30 tahun lamanya, sampai ketika sewaktu saya masih di bangku Sekolah dasar musti dicekoki propaganda anti komunis lewat film G30s pki yang menjadi titik awal kehancuran Ideologi kiri yang di haramkan sang penguasa pada saat itu.

komplek memang permasalahan negeri ini, jika harus di gambarkan dalam bentuk wujud manusia, mungkin gambaran yang cocok adalah manusia yang semakin kurus dengan koreng melepuh semakin hari semakin membusuk.

Kini, pada masa sekarang. tahun dimana presiden pilihan rakyat mulai memainkan perannya sebagai messiah yang beberapa bulan sebelumnya di puja dan di puji lewat media, akhirnya membebaskan lagi mereka yang terkekang puluhan tahun yang dulu mencari jati diri. tikus tikus got hingga anjing anjing pemburu penguasa orde baru  kini telah berubah menjadi kacung manis yang berusaha eksis di masa pemerintahan baru ini.
dosa memang ketika saya harus menuliskan hal ini, karena siapalah saya ? cuma anak kemarin. ketika aktivis sekaliber fajroel rahman di tangkap dan diasingkan rejim orba, saya masih menetek di pangkuan emak. tak masalah, setidaknya demokrasi liberal bisa di jadikan alasan kuat untuk menyangkal dosa dosa saya.

Kemarin saya terkejut membaca salah satu web yang pada akhir akhir ini saya buka, dan empunya membeberkan betapa bejadnya sejarah dari organisasi yang dulu dikenal dengan SMID dan sekarang berubah menjadi sebuah partai yaitu PRD. Konon, dulu ketika matahari demokrasi tak tampak maka di tandailah berdirinya sebuah organisasi bernama SMID ini.
keadaan indonesia pada waktu itu memang sedang kacau, dan kebetulan pada saat rejim seoharto berada di ujung tanduk SMID lahir sebagai salah satu ancaman kekuasaan. Saya geli dan merasa curiga ketika dia mengatakan kegarangan SMID pada waktu itu cuma mitos belaka. memang,saya agak kesulitan dalam mencari referensi mengenai sejarah berdirinya PRD ini, terakhir seorang kawan meminjamkan sebuah buku yang berjudul Orang-Orang yang berlawan kepada saya.
dan selebihnya cuma menengok Profil ucok homicide yang sempat menjadi aktivis PRD kemudian entah kenapa sekarang jalan sendiri.

Tak ada komunisme tanpa gerakan komunis – Mao

Komunisme. dalam beberapa dekade belakangan ini, jarang sekali terdengar kata tersebut. entah manis pahitnya sudah dilupakan, atau sekarang sudah berubah posisi menjadi “sosialisme’, atau yang lebih parah “Demokrasi liberal”. memang sejarah sangat berpengaruh atas setiap langkah bila hendak maju kedepan. begitu juga dalam hal perpolitikan bangsa indonesia. kata Sosialisme disini bukanlah kata yang dipakai oleh Marx untuk menuju sebuah komunisme. tapi, sosialisme disini adalah sosialisme yang bersatu dengan demokrasi borjuis.

Dulu, Tan malaka pernah tidak meyetujui perundingan antara indonesia dengan belanda untuk berdamai sehingga menempatkan posisi bangsa yang rela membayar kekalahan perang dan menjadi tanggungan anak cucu. beliau tidak menyetujui karena tujuan dari revolusi tidak untuk berdamai dengan penjajah.
Bagaimana menciptakan masyrakat yang kuat jika tidak dengan cara berjuang. mungkin jawaban soekarno pada saat itu cuma “lelah”, atau “aku tidak bisa diginiin”.
begitulah sekarang, resep perjuangan telah berubah. komunisme tidak lagi dijadikan sebagai senjata untuk perjuangan dengan cara radikal yang mengakhiri segala bentuk penindasan termasuk kapitalisme. harapan kita hanya mentok dengan perubahan sosial kecil kecilan dengan format kapitalisme itu sendiri, seperti perjuangan hak hak konsumen, dan perjuangan pemberatasan korupsi dll.

Jadi, perubahan komunisme ke sosialisme tersebut tidak hanya pada tata bahasa saja, melainkan pada feel dan mood. Tentu alasan ini tidak ada salahnya jika menelisik kembali apa yang terjadi pada aktivis komunis indonesia pada tahun 1965 – 1969. seolah olah, intelektual kiri masa kini mengurangi tingkat resiko menjadi lebih minim. dengan pengurangan resiko seperti itu maka dengan mudah sekali, bahkan lambat laun  ide sosialis tersebut dikonsumsi oleh kalangan kelas menengah indonesia. seperti halnya revolusi mental omong kosong ala jokowi dengan tingkat resiko terendah, namun dengan pencitraan yang super maksimal.

kelas menengah mana yang tidak suka ?